RSS

Sering Makan Bersama Keluarga Cegah Obesitas pada Anak

07 May

Jakarta, Dibandingkan jajan di luar, kebiasaan makan bersama keluarga bisa mengurangi risiko kegemukan atau obesitas pada anak. Luangkan waktu sedikitnya 3 kali seminggu untuk duduk bersama di meja makan, maka risiko kegemukan akan berkurang 12 persen.

Selain mengurangi risiko kegemukan, kebiasaan ini juga menghindarkan anak-anak dari jajanan tidak sehat atau junk food. Kecenderungan untuk makan junk food berkurang 20 persen jika meluangkan waktu sedikitnya 3 kali tiap pekan untuk makan bersama.

Berbagai manfaat tersebut terungkap dalam penelitian Amber Hammons dari University of Illinois yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics. Penelitian tersebut merupakan kajian atas 17 hasil penelitian lain yang sudah lebih dulu diterbitkan.

Total ada 183.000 responden yang dilibatkan dalam 17 penelitian tersebut, dengan rentang usia antara 2-17 tahun. Seluruh penelitian dilakukan secara observasional atau berdasarkan pengamatan, tanpa melibatkan eksperimen tertentu pada responden.

“Meluangkan waktu untuk duduk bersama dengan anggota keluarga yang lain memberikan banyak manfaat dalam hal keseimbangan nutrisi,” ungkap Hammons seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (3/4/2011).

Kecenderungan anak untuk makan sayur dan buah juga lebih tinggi pada anak-anak yang tinggal dalam keluarga dengantradisi makan bersama. Anak-anak tersebut 24 persen lebih sering mengonsumsi sayuran dan buah dibandingkan anak-anak lain yang lebih sering jajan.

Dari sisi kesehatan jiwa, kebiasaan makan bersama juga mengurangi risiko gangguan makan seperti pilih-pilih makanan (picky eating) atau makan berlebihan (binge eating). Risiko untuk mengalami gangguan semacam itu berkurang sekitar 35 persen.

Sementara itu menurut data National Health Service di Inggris, 1 dari 6 anak laki-laki di negara tersebut menderita obesitas akibat kurang gerak dan pola makan yang tidak sehat. Pada anak perempuan, angkanya tidak jauh berbeda yakni 1 dari 7 anak.

Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas berhubungan dengan risiko penyakit kronis termasuk hipertensi dan diabetes. Pada laki-laki, risiko terburuk selain serangan stroke dan jantung adalah impotensi yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2011 in Uncategorized

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: